Strategi Pembelajaran
Strategi Pembelajaran
Strategi
pembelajaran merupakan berupa rencana tindakan atau rangkaian kegiatan yang
dalam penggunaan metode dan pemanfaatan akan keseluruhan sumber daya atau
kekuatan demi adanya pembelajaran yang disusun untuk mencapai tujuan tertentu.
Strategi pembelajaran merupakan berupa rencana tindakan atau rangkaian kegiatan
yang dalam penggunaan metode dan pemanfaatan akan keseluruhan sumber daya atau
kekuatan demi adanya pembelajaran yang disusun untuk mencapai tujuan tertentu.
Menurut
artikel Saskatchewan educational
terdapat jenis-jenis klasifikasi strategi pembelajaran yaitu:
1.Strategi
Pembelajaran Langsung (Direct Instruction)
Merupakan
strategi pembelajaran yang kadar berpusat pada guru paling tinggi, dan paling
sering digunakan. Pada strategi demikian termasuk dalam metode ceramah,
pertanyaan dedaktik, pengajaran eksplisit dan latihan, serta demonstrasi.
2.Strategi
Pembelajaran Tidak Langsung (Indirect Instruction)
Merupakan
strategi pembelajaran yang memperlihatkan adanya bentuk dari keterlibatan siswa
yang paling tinggi karena fungsi guru disini hanyalah sebagai penyeldiikan,
penggambaran inferensi data, dan pembentukan hipotesis.
3.Strategi
Pembelajaran Interaktif (Interactive Instruction)
Strategi
pembelajaran demikian atau strategi pembelajaran interaktif adalah merujuk pada
bentuk diskusi dan saling berbagai di antara siswa.
4.Strategi
Pembelajaran melalui Pengalaman
Strategi
belajar melalui pengalaman menggunakan bentuk berupa sekuens induktif, yang
berpusat pada siswa, dan juga berorientasi pada suatu aktivitas.
5.Strategi
Pembelajaran Mandiri
Belajar
mandiri merupakan suatu strategi pembelajaran yang memiliki tujuan untuk
membangun adanya inisiatif individu, kemandirian dan juga peningkatan diri.
Terdapat
tujuh macam strategi pembelajaran, berikut merupakan diantaranya:
1.
Strategi Pembelajaran Ekspositori (SPE)
Strategi
pembelajaran ekspositori merupakan strategi pembelajaran dengan menekankan
proses penyampaian materi pembelajaran secara verbal oleh guru pada siswanya,
dan dengan maksud siswa bisa menguasai materi pembelajaran yang diberikan
dengan optimal.
2.
Strategi Pembelajaran Inkuiri (SPI)
Strategi
pembelajaran Inkuiri merupakan suatu rangkaian kegiatan belajar mengajar dengan
menekankan pada proses berfikir yang kitis dan juga analitis supaya dapat
mencari dan juga menemukan jawaban dari suatu masalah dengan diri sendiri.
3.
Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah (SPBM)
Strategi
pembelajaran berbasih masalah merupakan suatu rangkaian pembelajaran dengan
menekankan pada proses penyelesaian masalah dalam belajar mengajar secara
ilmiah.
Hal
ini agar perkembangan siswa tidak hanya pada aspek kognitif saja, tapi juga
afektif dan psikomotorik.
4.
Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir (SPPKB)
Strategi
pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir merupakan suatu strategi
pembelajaran dengan penekanan pada kemampuan berpikir siswa, di mana materi
tidak diberikan begitu saja, namun juga dibimbing sampai menemukan sendiri
konsep yang perlu dikuasai.
5.
Strategi Pembelajaran Kooperatif (SPK)
Strategi
pembelajaran kooperatif merupakan suatu kegiatan belajar mengajar dengan
menggunakan sistem pembagian kelompok mulai dari empat sampai enam orang dengan
kemampuan yang berbeda-beda supaya dapat mencapai tujuan pembelajaran yang
sudah dirumuskan.
6.
Strategi Pembelajaran Kontekstual (CTL)
Strategi
pembelajaran kontekstual merupakan suatu kegiatan pembelajaran di mana guru
membantu memberikan pemahaman pada siswanya melalui cara mengaitkan materi
pembelajaran dengan situasi di dunia nyata.
7.
Strategi Pembelajaran Afektif (SPA)
Strategi
pembelajaran afektif merupakan strategi pembelajaran yang berhubungan dengan
nilai, yang mana untuk mencapai kesimpulan dari peilaiannya diperlukan
ketilitian dan juga observasi secara terus menerus dan tidak mudah dilakukan.
Adapun
manfaat Strategi Pembelajaran yaitu:
-Guru/pengajar
dapat memiliki gambaran mengenai apa yang harus dan tidak boleh dilakukan
ketika proses belajar mengajar.
-Guru/pengajar
bisa lebih matang dan mempersiapkan diri untuk menghadapi siswa dengan latar
belakang dan kemampuan yang berbeda-beda.
-Strategi
pembelajaran dapat melatih daya kreatif guru ketika mengajar karena beragamnya
siswa yang ada.
-Waktu
siswa menjadi lebih efektif dan efisien ketika mencapai tujuan belajar.
-Siswa
bisa mendapatkan pengalaman belajar yang terbaik untuk dijadikan bekal di masa
depan atau jenjang pendidikan selanjutnya.
-Siswa
dapat menerapkan cara berpikir yang lebih baik.
Cara menjalankan strategi pembelajaran
yang benar:
1.
Mendorong komunikasi kelompok
Tanyakan
kepada siswa apa yang ingin mereka capai melalui belajar dan seperti cara apa
yang akan dilakukan untuk menyelesaikannya. Pendidik atau guru dapat meminta
para siswa untuk dapat terbuka dan jujur mengenai tantangan yang mereka hadapi.
Dengan demikian, para guru dapat memberikan solusi terbaik demi terwujudnya
aktivitas belajar mengajar yang nyaman.
2.
Cari tahu teknik belajar yang tepat
Guru
diharuskan untuk mengetahui apa yang dilakukan oleh para siswa untuk
memaksimalkan manfaat waktu belajar. Setelah mendapatkan informasi tersebut,
kamu dapat membujuk mereka untuk menuju pengembangan pendekatan baru. Beberapa
pendekatan meliputi:
-Permainan belajar yaitu dengan menisi
beberapa kegiatan dengan permainan belajar sehingga mengurangi suasana pembelajaran.
-Sering-seringlah beristirahat yaitu
berpikir suatu aktifitas yang menggunakan usaha sehingga juga akan mengurangi
tenaga. Ingatkan siswa yang belajar untuk berdiri, meregangkan badan, minum
air, berbagi tawa dengan teman-teman mereka, dan kemudian ke proses kegiatan
belajar.
3.
Menciptakan suasana yang bebas gangguan
Susana
yang nyaman dalam arti mencakup banyak hal, mulai dari kebersihan dasar hingga
menjalankan kegiatan belajar mengajar dalam suasana yang nyaman dan bebas
gangguan. Meski begitu, setiap siswa tentu memiliki pendekatan dan preferensi
yang berbeda-beda, di sini pendidik dapat menciptakan suasana tersebut
berdasarkan suara terbanyak.
4.
Fokus pada eksplorasi dan pemecahan masalah
Kebanyakan
manusia menyukai tantangan, terutama hal-hal baru yang memberikan manfaat bagi
kehidupan. Strategi pembelajaran yang cerdas dapat mencakup memanfaatkan
website pencarian dan melakukan kegiatan berbasis penyelesaian masalah dalam
waktu belajar siswa.
5.
Pemicu motivasi belajar
Memiliki
tujuan dan gagasan yang jelas menjadi landasan besar untuk mencapai
keberhasilan. Para guru juga dapat memberikan apresiasi kepada siswa yang
berhasil menyelesaikan tugas dengan baik. Dengan begitu, akan memberikan
motivasi kepada para siswa untuk belajar lebih giat lagi.
6.
Berbagi pendapat
Ibaratkan
pelajar memiliki kemampuan untuk berpikir kritis tentang apa yang diajarkan
dengan meminta mereka untuk menjelaskannya dengan kata-katanya sendiri.
Memiliki minat pada apa yang ingin diketahui dan bagaimana mereka memahami
suatu masalah atau tantangan merupakan hal yang sangat berharga dan suatu
bentuk apresiasi.
Komentar
Posting Komentar