Sistem Evaluasi
Sistem Evaluasi Pendidikan
Evaluasi berasal dari
bahasa Inggris yaitu evaluation. Sistem evaluasi pendidikan adalah suatu
pendekatan yang digunakan untuk menetapkan keberhasilan peserta didik. Acuan
yang digunakan adalah system penilaian standar mutlak atau Penilaian Acuan
Patokan (PAP) yaitu penilaian yang ditujukan kepada tujuan instruksional yang
harus dikuasai oleh peserta didik. Evaluasi pembelajaran adalah evaluasi terhadap
proses belajar mengajar. Secara sistemik, evaluasi pembelajaran diarahkan pada
komponen- komponen sistem pembelajaran yang mencakup komponen raw input, yakni
perilaku awal (entry behavior) siswa, komponen input instrumental yakni
kemampuan profesional guru atau tenaga.
Evaluasi dalam
pendidikan terjadi proses belajar mengajar yang sistematis, yang terdiri dari
banyak komponen. Masing-masing komponen pengajaran tidak bersifat terpisah atau
berjalan sendiri-sendiri, tetapi harus berjalan secara teratur, saling
bergantung dan berkesinambungan. Proses belajar mengajar pada dasarnya adalah
interaksi yang terjadi antara guru dan siswa untuk mencapai tujuan
pendidikan.Guru sebagai pengarah dan pembimbing, sedang siswa sebagai orang
yang mengalami dan terlibat aktif untuk memperoleh perubahan yang terjadi pada
diri siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar, maka guru bertugas
melakukan suatu kegiatan yaitu penilaian atau evaluasi atas ketercapaian siswa
dalam belajar. Selain memiliki kemampuan untuk menyusun bahan pelajaran dan
keterampilan menyajikan bahan untuk mengkondisikan keaktifan belajar siswa,
guru diharuskan memiliki kemampuan meng- evaluasi ketercapaian belajar siswa,
karena evaluasi merupakan salah satu komponen penting dari kegiatan belajar mengajar.Evaluasi
merupakan proses yang harus dilaksanakan untuk mengetahui tingkat target
pencapaian kinerja maupun dalam upaya peningkatan mutu suatu organisasi.
Sekolah sebagai suatu organisasi juga perlu melaksanakan suatu sistem evaluasi.
Dengan tujuan mengetahui tingkat pencapaian kinerja sekolah yang nantinya akan
digunakan dalam proses perencanaan sekolah dan siklus pengembangan mutu
sekolah. Jadi Seorang pendidik harus mengetahui sejauh mana keberhasilan
pengajarannya tercapai dengan baik dan untuk memperbaiki serta mengarahkan
pelaksanaan proses belajar mengajar, dan untuk memperoleh keputusan tersebut
maka diperlukanlah sebuah proses evaluasi dalam pembelajaran atau yang disebut
juga dengan evaluasi pembelatenaga
Jika di lihat dari
fungsinya sistem evaluasi pembelajaran ini dapat memperbaiki program
pengajaran, maka evaluasi pembelajaran dikategorikan ke dalam penilaian
formatif atau evaluasi formatif, yaitu evaluasi yang dilaksanakan pada akhir
program belajar mengajar untuk melihat tingkat keberhasilan proses belajar
mengajar itu sendiri.Secara garis besar evaluasi berfungsi untuk:
a) Mengetahui kemajuan
kemampuan belajar murid. Dalam evaluasi formatif, hasil dari evaluasi
selanjutnya digunakan untuk memperbaiki cara belajar siswa.
b) Mengetahui status
akademis seseorang siswa dalam kelasnya.
c) Mengetahui
penguasaan, kekuatan dalam kelemahan seseorang siswa atas suatu unit pelajaran.
d) Menegtahui
efisiensi metode mengajar yang digunakan guru.
e) Menunjang
pelaksanaan BK di sekolah.
f) Memberi laporan
kepada siswa dan orang tua
g) Hasil evaluasi dapat digunakan untuk
keperluan promosi siswa.
h) Hasil evaluasi
dapat digunakan untuk keperluan pengurusan (streaming)
i) Hasil evaluasi
dapat digunakan untuk keperluan perencanaan pendidikan, serta
j) Memberi informasi
kepada masyarakat yang memerlukan, dan
k) Merupakan feedback
bagi siswa, guru dan program pengajaran.
l) Sebagai alat motivasi belajar mengajar
m) Untuk keperluan
pengembangan dan perbaikan kurikulum sekolah yang bersangkutan.
Evaluasi dalam
pembelajaran dilakukan untuk kepentingan pengambilan keputusan, misalnya
tentang akan digunakan atau tidaknya suatu pendekatan, metode, atau teknik.
Dalam keadaan pengambilan keputusan proses pembelajaran, evaluasi sangat
penting karena telah memberikan informasi mengenai keterlaksanaan proses
belajar mengajar, sehingga dapat berfungsi sebagai pembantu dan pengontrol
pelaksanaan proses belajar mengajar. Dengan demikian, betapa penting fungsi
evaluasi itu dalam proses belajar mengajar.
Selain itu sistem
evaluasi pembelajaran juga memiliki tujuan yaitu:
a) Memperoleh data pembuktian yang akan
menjadi petunjuk sampai di mana tingkat kemampuan dan tingkat keberhasilan
peserta didik dalam pencapaian tujuan-tujuan kurikuler setelah menempuh proses pembelajaran
dalam jangka waktu yang telah ditentukan.
b) Mengukur dan
menilai sampai di manakah efektifitas mengajar dan metode-metode mengajar yang
telah diterapkan atau dilaksanakan oleh pendidik, serta kegiatan belajar yang
dilaksanakan oleh peserta.
Adapun yang menjadi
tujuan khusus dari kegiatan evaluasi dalam bidang pendidikan adalah Untuk
merangsang kegiatan peserta didik dalam menempuh program Pendidikan, untuk
mencari dan menemukan faktor-faktor penyebab keberhasilan peserta didik dalam
mengikuti program pendidikan, sehingga dapat dicari dan ditemukan jalan keluar
atau cara-cara perbaikannya.
Prinsip diperlukan
sebagai pemandu dalam kegiatan evaluasi. Di antara prinsip- prinsip evaluasi
adalah sebagai berikut:
a) Prinsip Objektif
Evaluasi harus dilaksanakan secara objektif. Objektif artinya tanpa pengaruh,
karena evaluasi harus berdasarkan data-data yang nyata dan harus berdasarkan
testing yang telah dilaksanakan.
b) Prinsip Kontinu
Evaluasi harus dilaksanakan secara kontinu. Maksudnya evaluasi itu harus
dilaksa- nakan terus menerus.
c) Prinsip komprehensif
Evaluasi hendaknya dilaksanakan secara komprehensif. Artinya evaluasi itu
hendaknya sejauh mungkin harus mengenai pada semua aspek kepribadian murid.
Selain prinsip ada
juga yang dinamakan teknik dalam sistem evaluasi.Jadi teknik evaluasi berarti
alat yang digunakan dalam rangka melakukan kegiatan evaluasi. Berbagai macam
teknik penilaian dapat dilakukan secara komplementer (saling melengkapi sesuai
dengan kompetensi yang dinilai. Dalam konteks evaluasi hasil proses
pembelajaran di sekolah dikenal adanya 2 macam teknik, yaitu teknik tes, maka
evaluasi dilakukan dengan jalan menguji peserta didik, sedangkan teknik non
test, maka evaluasi dilakukan dengan tanpa menguji peserta didik.
1. Teknik Tes
Tes adalah alat atau
prosedur yang dipergunakan dalam rangka pengukuran dan penilaian di bidang
pendidikan yang berbentuk pemberian tugas atau serangkaian tugas baik berupa
pertanyaan-pertanyaan atau perintah- perintah oleh testee sehingga dapat
dihasilkan nilai yang melambangkan tingkah laku dengan nilai-nilai yang dicapai
oleh testee lainnya atau dibandingkan dengan nilai standar tertentu.Ditinjau
dari segi fungsi yang dimiliki oleh tes sebagai alat pengukur perkembangan
belajar peserta didik, tes dibedakan menjadi tiga golongan:
1) Tes diagnostik adalah
tes yang digunakan untuk mengetahui kelemahan- kelemahan siswa sehingga
berdasarkan kelemahan-kelemahan siswa tersebut dapat dilakukan pemberian
perlakuan yang tepat.
2) Tes formatif,
adalah tes yang bertujuan untuk mengetahui sudah sejauh manakah peserta didik
telah terbentuk sesuai dengan tujuan pengajaran yang telah ditentukan setelah
mereka mengikuti proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. Di sekolah
tes formatif ini dikenal dengan istilah ulangan harian.
3) Tes sumatif adalah
tes hasil belajar yang dilaksanakan setelah sekumpulan satuan program
pengajaran selesai diberikan, di sekolah tes ini dikenal dengan ulangan umum,
di mana hasilnya digunakan untuk mengisi nilai raport atau mengisi Surat Tanda
Tamat Belajar (STTB) atau Ijazah.
Apabila ditinjau dari
segi cara mengajukan pertanyaan dan cara memberikan jawabannya, tes dapat
dibedakan menjadi dua golongan, yaitu, tes tertulis dan tes lisan.
2.Teknik non tes
Dengan teknik non tes
maka penilaian atau evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan dengan tanpa
menguji peserta didik, melainkan dilakukan dengan cara: 1) Skala bertingkat
(rating scale) skala menggambarkan suatu nilai yang berbentuk angka terhadap
sesuatu hasil pertimbangan.
2) Questioner (Angket)
yaitu sebuah daftar pertanyaan yang harus diisi oleh orang yang akan diukur
(responden) 3) Daftar cocok (check list) yaitu deretan pernyataan di mana
responden yang dievaluasi tinggal membubuhkan tanda cocok (√) di tempat yang
sudah disediakan.
4) Wawancara (Interview) suatu metode atau
cara yang digunakan untuk mendapatkan jawaban dari responden dengan jalan tanya
jawab sepihak.
5) Pengamatan
(observation) suatu teknik yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan
secara teliti serta pencatatan secara sistematis.
6) Riwayat hidup,
gambaran tentang keadaan seseorang selama dalam masa kehidupannya.
Komentar
Posting Komentar