Perangkat Pembelajaran
Perangkat Pembelajaran dapat diartikan sebagai alat
kelengkapan yang digunakan untuk membantu pembelajaran. Menurut Kunandar ia
menjelaskan bahwa “setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun
perangkat pembelajaran yang lengkap, sistematis agar pembelajaran dapat
berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi
peserta didik untuk berpatisipasi aktif”.Perangkat pembelajaran memiliki
peranan penting bagi seorang guru sebelum memulai proses pembelajaran.
Perangkat pembelajaran yang diperlukan dalam mengelola proses belajar mengajar
dapat berupa: silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), LKS (lembar
kerja siswa) media pembelajaran, bahan ajar, dan perangkat evaluasi.
1. Silabus
Silabus merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang
pengembangan kurikulum, yang berisikan Identitas Mata Pelajaran, Standar
Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD), Indikator, Materi Pokok, Kegiatan
Pembelajaran, Alokasi Waktu, Sumber Belajar, dan Penilaian.
Menurut Trianto dalam mengembangkan silabus harus memenuhi
beberapa prinsip , yaitu :
1. Ilmiah,
bahwa keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus
benar dan dapat dipertanggung jawabkan secara keilmuan.
2. Relevan,
artinya cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam
silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial,
emosional dan spiritual peserta didik.
3. Sistematis,
bahwa komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam
mencapai kompetensi.
4. Konsisten,
artinya adanya hubungan yang konsisten antara kompetensi dasar, indikator,
materi pembelajaran, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian.
5. Memadai,
artinya cakupan indikator, materi pembelajaran, pengalaman belajar, sumber
belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi
dasar.
6. Aktual dan
Kontekstual, bahwa cakupan indikator, materi pokok, pengelaman belajar, sumber
belajar, dan sistem penialain memerhatikan perkembangan ilmu, teknologi, seni
mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi.
7. Fleksibel,
bahwa keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik,
pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan
masyarakat.
8. Menyeluruh,
artinya komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif,
afektif, psikomotor) sebagaimana yang dikemukakan oleh Bloom.
2.Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
RPP merupakan perencanaan pendek untuk memperkirakan seluruh
kegiatan yang akan dilakukan oleh siswa maupun guru dalam kegiatan
pembelajaran. RPP adalah perangkat pembelajaran yang berisi perencanaan dalam
kegiatan pembelajaran yang harus dibuat sendiri oleh guru sebelum memasuki
kelas sehingga menghasilkan pembelajaran yang efektif dan bermakna.Permendikbud
Nomor 24 Tahun 2016 menjelaskan bahwa:
RPP merupakan rencana pembelajaran yang dikembangkan secara
rinci mengacu pada silabus, buku teks pelajaran, dan buku panduan guru. RPP
mencakup:
(1) identitas sekolah/madrasah, mata pelajaran, dan
kelas/semester
(2) alokasi waktu
(3) KI, KD, indikator pencapaian kompetensi
(4) materi pembelajaran
(5) kegiatan
pembelajaran
(6) penilaian
(7) media/alat,
bahan, dan sumber belajar.
RPP disusun agar proses pembelajaran berjalan dengan lancar
dan kompetensi yang disyaratkan tercapai. Oleh karena itu, berdasarkan
Permendikbud Nomor 24 Tahun 2016 dalam menyusun RPP hendaknya memperhatikan
prinsip-prinsip sebagai berikut.
Prinsip Penyusunan RPP
1) Setiap RPP
harus secara utuh memuat kompetensi dasar sikap spiritual (KD dari KI-1),
sosial (KD dari KI-2), pengetahuan (KD dari KI-3), dan keterampilan (KD dari
KI-4).
2) Satu RPP
dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih.
3) Memperhatikan
perbedaan individu peserta didik
4) RPP
disusun dengan memperhatikan perbedaan kemampuan awal, tingkat intelektual,
minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar,
kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai,
dan/atau lingkungan peserta didik.
5) Berpusat
pada peserta didik
6) Proses
pembelajaran dirancang dengan berpusat pada peserta didik untuk mendorong
motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, kemandirian, dan semangat
belajar, menggunakan pendekatan saintifik meliputi mengamati, menanya,
mengumpulkan informasi, menalar/mengasosiasi, dan mengomunikasikan.
7) Berbasis
konteks
8) Proses
pembelajaran yang menjadikan lingkungan sekitarnya sebagai sumber belajar.
9) Berorientasi
kekinian
10) Pembelajaran
yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan
nilai-nilai kehidupan masa kini.
11) Mengembangkan
kemandirian belajar
12) Pembelajaran
yang memfasilitasi peserta didik untuk belajar secara mandiri.
13) Memberikan
umpan balik dan tindak lanjut pembelajaran
14) RPP memuat
rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan
remedi.
15) Memiliki
keterkaitan dan keterpaduan antarkompetensi dan/atau antarmuatan
16) RPP disusun
dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara KI, KD, indikator
pencapaian kompetensi, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian,
dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar. RPP disusun dengan
mengakomodasikan pembelajaran tematik, keterpaduan lintas mata pelajaran,
lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.
17) Memanfaatkan
teknologi informasi dan komunikasi
18) RPP disusun
dengan mempertimbangkan penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara
terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.
Di dalam RPP terdapat tahap pelaksanaan pembelajaran yang
meliputi:
1) Kegiatan
Pendahuluan
Dalam kegiatan pendahuluan guru :
a. Mengondisikan
suasana belajar yang menyenangkan;
b. Mendiskusikan
kompetensi yang sudah dipelajari dan dikembangkan sebelumnya berkaitan dengan
kompetensi yang akan dipelajari dan dikembangkan;
c. Menyampaikan
kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari;
2) Kegiatan
Inti
Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai
kompetensi, yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan,
menantang, dan memotivasi peserta didik. Kegiatan inti menggunakan pendekatan
saintifik yang disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran
dan peserta didik. Guru memfasilitasi peserta didik untuk
melakukan proses mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/mencoba,
menalar/mengasosiasi, dan mengomunikasikan.
Dalam setiap kegiatan guru harus memperhatikan perkembangan
sikap peserta didik pada kompetensi dasar dari KI-1 dan KI-2 antara lain
mensyukuri karunia Tuhan, jujur, teliti, kerja sama, toleransi, disiplin, taat
aturan, menghargai pendapat orang lain yang tercantum dalam silabus dan RPP.
3) Kegiatan
Penutup
Kegiatan penutup terdiri atas:
a) Membuat
rangkuman/simpulan pelajaran
b) Melakukan
refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan
c) Melakukan
penilaian
d) Menyampaikan perencanaan pembelajaran pada pertemuan
berikutnya
3. Lembar Kegiatan Siswa
Istilah LKS digunakan pada Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP) sedangkan untuk kurikulum yang sedang berlaku sekarang yaitu
Kurikulum 2013 menggunakan istilah LAS
(lembar aktivitas siswa). Namun pada kenyataannya, LKS atau pun LAS sama
saja fungsinya yaitu sebagai panduan siswa yang digunakan untuk melakukan
kegiatan penyelidikan atau pemecahan masalah dalam menemukan konsep dan
pengetahuan baru.Lembar aktivitas siswa berisi teori ringkas, contoh soal dan
soal-soal essay atau multiple choise. Lembar kerja siswa adalah lembaran yang
berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik. LKS biasanya berupa
petunjuk, langkah untuk menyelesaikan suatu tugas, dimana tugas yang
diperintahkan dalam lembar kegiatan harus jelas kompetensi dasar yang akan
dicapainya.
LKS/LAS merupakan
panduan belajar bagi siswa yang berisi petunjuk, langkah-langkah dalam
pengerjaannya dan juga biasanya berupa soal latihan yang berisikan petunjuk
dalam pemecahan masalahnya. LAS juga dapat dikatakan sebagai panduan belajar di
kelas bagi siswa yang digunakan untuk melakukan penyelidikan atau pemecahan
masalah dalam menemukan konsep atau pengetahuan baru yang pastinya juga akan
dibimbing oleh guru.
4. Media pembelajaran
Dalam menyajikan pelajaran, media menjadi faktor penentuk
keberhasilan pembelajaran. Tentang media, dibutuhkan inovasi dan kreativitas
guru untuk menentukan media-media yang diperlukan dalam kaitannya dengan pokok
bahasan yang diberikan.
Media pembelajaran dalam kegiatan atau proses belajar
mengajar sangat penting, karena tanpa ada media kegiatan belajar terutama dalam
penyampaian materi tidak bisa berlangsung dengan baik.Media pembelajaran sangat
dibutuhkan oleh seorang guru sebagai alat meyampaikan materi kepada siswa agar
materi itu bisa dengan mudah di pahami oleh peserta didik. Di dalam media
pembelajaran itu sudah memuat semua materi yang akan di ajarkan, video yang
akan ditayangkan untuk memperjelas materi kepada peserta didik dan juga sudah
ada kegiatan evaluasi apa saja yang akan dikerjakan oleh peserta didik. Jadi
ketika seorang guru sudah siap dengan media pembelajaranyang telah di susun
pasti kegiatan pembelajaran bisa berjalan dengan baik.
5. Bahan Ajar
Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk
membantu guru/instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas.
Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis.
Menurut Pannen yang mengungkapkan bahwa bahan ajar adalah
bahan-bahan atau materi pelajaran yang disusun secara sistematis, yang
digunakan guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran. Suatu bahan
pembelajaran memuat materi, pesan atau isi mata pelajaran berupa ide, fakta,
konsep, prinsip, kaidah, atau teori yang tercakup dalam pelatihan sesuai disiplin
ilmu serta informasi lain dalam pembelajaran.Bahan ajar disusun secara runtut
dan sistematis serta menampilkan sosok utuh dari kompetensi yang akan dikuasai
siswa dalam kegiatan pembelajaran. Dengan bahan ajar memungkinkan siswa dapat
mempelajari suatu kompetensi secara utuh. Maka tak heran jika Keterampilan
mengembangkan bahan ajar merupakan bagian paling penting dalam kompetensi
seorang pendidik agar materi pembelajaran dapat tersampaikan dengan baik, serta
siswa pun memiliki aktivitas belajar yang cukup baik. Selain itu dampak positif
dari bahan ajar adalah guru akan mempunyai lebih banyak waktu untuk membimbing
siswa dalam proses pembelajaran, membantu siswa untuk memperoleh pengetahuan
baru dari segala sumber atau referensi yang digunakan dalam bahan ajar, dan
peranan guru sebagai satu-satunya sumber pengetahuan menjadi berkurang. Contoh
bahan ajar seperti buku pelajaran, modul, hand out, LKS, model, maket, bahan
ajar audio, bahan ajar interaktif dan sebagainya.
6. Perangkat evaluasi
Perangkat evaluasi merupakan alat (ukur) yang digunakan
untuk mengumpulkan atau mengolah informasi mengenai pencapaian hasil belajar
para peserta didik.Jenis-jenis perangkat evaluasi yaitu berupa tes (subjektif
& objektif melalui kuis, pertanyaan lisan maupun tulisan, dsb) dan non-tes
(wawancara, kuesioner, observasi, dsb).
Komentar
Posting Komentar