Kurikulum
Kurikulum
Dalam
dunia pendidikan kurikulum itu sangat penting.Tanpa kurikulum para peserta
didik tidak mendapatkan target pembelajaran yang sesuai.Didalam kurikulum itu
berisi sekumpulan rencana,tujuan,dan materi pembelajaran.Termasuk cara mengajar
yang akan menjadi pedoman bagi setiap pengajar supaya bisa mencapai target
tujuan pembelajaran yang sesuai dan baik.Kurikulum dapat diartikan sebagai
sebuah jarak yang mesti ditempuh seorang pelari agar mendapat penghargaan.Kurikulum
dalam dunia pendidikan kemudian menjadi sekumpulan mata pelajaran yang harus
ditempuh dan di pelajari peserta didik agar mendapatkan penghargaan atau iijazah.Kurikulum menjadi sangat penting
untuk dimiliki setiap sekolah sebagai pedoman bagi guru.Terutama bagi
sekolah-sekolah formal, dimana kurikulum akan menjadi pedoman dan memberikan
arah dalam pengajaran.Sesuai dengan pengertian kurikulum yaitu sesuatu yang
terencana maka dalam dunia pendidikan segala kegiatan siswa dapat diatur dengan
sedemikian rupa.Sehingga tujuan adanya pendidikan dapat tercapai.
Menurut Prof. Dr. S. Nasution dalam bukunya yang
berjudul Kurikulum dan Pengajaran menyatakan, kurikulum adalah serangkaian
penyusunan rencana untuk melancarkan proses belajar mengajar. Adapun rencana
yang disusun tersebut berada di bawah tanggung jawab lembaga pendidikan dan
parah pengajar di sana.Kata Kurikulum memiliki banyak arti yang berbeda
tergantung dari posisi seseorang dalam system pendidikan . Sebagai contoh,
seorang pembuat kurikulum akan melihatnya sebagai suatu rencana untuk
pengalaman kurikulum di
sekolah ( yang ideal) seorang guru akan melihatnya sebagai pemerintah atau
orang yang biasanya berada di luar ruang kelas yang mengatakan padanya unutk mengajar (mempraktekkan) seorang siswa
akan melihatnya sebagai apa yang harus saya pelajari untuk lulus sekolah atau
madrasah (kenyataan) dan orang tua melihatnya sebagai apa yang sebenarnya telah
dipelajari oleh anak saya di sekolah (prestasi). Pihak lain mungkin akan melihatnya
sebagai buku atau materi unutk guru dan siswa.Istilah kurikulum di gunakan
pertama kali pada olahraga pada zaman Yunani kuno yang berasal dari kata curir
dan curer, yang artinya jarak yang harus ditempuh oleh seorang atlit. Pada
waktu itu , orang mengistilahkan dengan tempat berpacu atau tempat berlari dari
mulai start sampai finish.Kurikulum tidak hanya terbatas pada mata pelajaran,
tetapi meliputi segala sesuatu yang dapat mempengaruhi perkembangan peserta
didik, dan bisa menentukan arah atau mengantisipasi sesuatu yang akan terjadi.
Dengan kata lain kurikulum haruslah menunjukkan kepada apa yang sebenarnya haru
dipelajari oleh peserta didik.
Konsep
terpenting yang perlu mendapatkan penjelasan dalam teori kurikulum adalah
konsep kurikulum. Ada tiga konsep tentang kurikulum:
1.kurikulum
sebagai substansi yaitu Suatu kurikulum, dipandang orang sebagai suatu rencana
kegiatan belajar bagi murid-murid di sekolah, atau sebagai suatu perangkat
tujuan yang ingin dicapai. Suatu kurikulum juga dapat menunjuk kepada suatu dokumen yang berisi rumusan
tentang tujuan, bahan ajar, kegiatan belajar-mengajar, jadwal, dan evaluasi.
2.Kurikulum
sebagai sistem
Sistem
kurikulum merupakan bagian dari sistem persekolahan, sistem pendidikan, bahkan
sistem masyarakat. Suatu sistem kurikulum mencakup struktur personalia, dan
prosedur kerja bagaimana cara menyusun suatu kurikulum, melaksanakan,
mengevaluasi, dan menyempurnakannya. Hasil dari suatu sistem kurikulum adalah
tersusunnya suatu kurikulum, dan fungsi dari sistem kurikulum adalah bagaimana
memelihara kurikulum agar tetap dinamis.
3.Kurikulum
sebagai bidang studi
Yaitu
bidang studi kurikulum. Ini merupakan bidang kajian para ahli kurikulum dan
ahli pendidikan dan pengajaran. Tujuan kurikulum sebagai bidang studi adalah
mengembangkan ilmu tentang kurikulum dan sistem kurikulum. Mereka yang
mendalami bidang kurikulum mempelajari konsep-konsep dasar tentang kurikulum.
Melalui studi kepustakaan dan berbagai kegiatan penelitian dan percobaan,
mereka menemukan hal-hal barn yang dapat memperkaya dan memperkuat bidang studi
kurikulum.
Kurikulum
bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup
sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif,
dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa,
bernegara, dan peradaban dunia.Selain itu, kurikulum juga bertujuan untuk
mendidik dan membimbing peserta didik agar dapat berkontribusi secara positif
dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.Dalam praktiknya,
kurikulum terdiri dari lima komponen antara lain sebagai berikut:
1.Tujuan
Kurikulum
Di
Indonesia, tujuan pendidikan dirumuskan antara lain:
a.Tujuan
pendidikan dasar yang meletakkan fondasi dasar kecerdasan, pengetahuan,
kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan agar peserta didik dapat hidup
mandiri dan siap mengikuti jenjang pendidikan lebih lanjut.
b.Tujuan
pendidikan menengah, yaitu pendidikan yang meningkatkan kecerdasan,
pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan agar peserta didik
dapat hidup mandiri dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
c.Tujuan
pendidikan menengah kejuruan, yaitu pendidikan yang meningkatkan kecerdasan,
pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan sehingga dapat hidup
mandiri dan dapat mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.
2.Materi
Kurikulum
Kurikulum
mengandung materi yang berupa serangkaian bahan ajar yang akan digunakan dalam
kegiatan belajar-mengajar demi tercapainya tujuan pendidikan di negara
tersebut.
3.Strategi
Pembelajaran
Demi
tercapainya tujuan pendidikan, strategi yang jitu sangat diperlukan. Strategi
tersebut merujuk pada metode dan peralatan yang digunakan dalam proses belajar
dan mengajar.
Strategi
yang diterapkan pada suatu negara mungkin akan berbeda dengan negara yang lain
bergantung pada beberapa faktor, seperti sumber daya alam dan manusia.
4.Organisasi
Kurikulum
Munculnya
berbagai pandangan para ahli mengenai kurikulum menjadikan keberagaman dalam
hal mengorganisasikan kurikulum tersebut.
Keberagaman
organisasi tersebut terbagi menjadi enam, antara lain adalah mata pelajaran
terpisah, mata pelajaran berkorelasi, bidang studi, program yang berpusat pada
anak, inti masalah, dan eclectic program.
5.Evaluasi
Evaluasi
pada kurikulum ditujukan untuk memeriksa apakah kurikulum yang diterapkan
tersebut efektif dan mampu mencapai tujuan pendidikan.
Komentar
Posting Komentar