Karakter Peserta Didik
Karakter Peserta Didik
Karakteristik
peserta didik bisa diartikan sebagai keseluruhan pola kelakuan yang dimiliki,
yang nantinya berpengaruh pada kegiatannya dalam mencapai cita-cita atau
tujuan.Dengan kata lain karakteristik peserta didik adalah latar belakang
pengalaman yang dimiliki oleh peserta didik termasuk aspek-aspek lain yang ada
pada diri mereka.Karakteristik peserta didik jadi salah satu variabel desain
pembelajaran yang berkaitan sama latar belakang siswa. Dengan begitu,
pembelajaran bisa dirancang sesuai aspek yang ada di diri siswa seperti
kemampuan umum, ekspektasi terhadap pembelajaran, dan ciri-ciri jasmani serta
emosional mereka.Karakter bukanlah sesuatu yang berasal dari lahir, tapi
terbentuk dari lingkungan dan orang-orang di sekitar. Selain berperan penting
untuk rancangan pembelajaran, ada beberapa manfaat lain yang didapatkan dari
menganalisis karakteristik peserta didik dalam kelas yaitu:
-Mendapat gambaran yang lengkap tentang kemampuan awal siswa
sebagai landasan untuk mencapai keberhasilan pembelajaran yang optimal.
-Mengetahui jenis pengalaman yang telah dimiliki oleh siswa
sehingga bisa memberikan materi secara tepat lewat contoh atau ilustrasi.
Dengan begitu, mereka bisa lebih mudah menerima dan menyerap pengetahuan baru
yang diberikan.
-Mengetahui latar belakang sosial dan budaya siswa,
contohnya tingkat pendidikan orang tua, sosial ekonomi, atau dimensi kehidupan
lainnya, agar bisa disesuaikan dengan metode yang efisiens.
-Mendapat informasi tentang tingkat pertumbuhan dan
perkembangan siswa, baik jasmani maupun rohani, yang berpengaruh terhadap
keberhasilan dan cara belajar mereka.
-Mengetahui aspirasi dan kebutuhan siswa sehingga dapat
merancang strategi pembelajaran yang lebih tepat.
-Mengetahui tingkat penguasaan pengetahuan yang sudah
diperoleh siswa sebelumnya.
-Mendapat gambaran tentang tingkat penguasaan bahasa siswa,
baik secara lisan maupun tertulis, yang bisa jadi pertimbangan dalam menyajikan
materi.
-Mengetahui sikap dan nilai yang ada dalam diri siswa, sebab
hal ini dapat dijadikan pertimbangan untuk merencanakan pengajaran.
Dengan mengidentifikasi karakteristik peserta didik, guru
bisa membedakan, mengoptimalkan, dan mengatasi kesulitan belajar yang dialami
siswa.Suatu proses pembelajaran akan dapat berlangsung secara efektif atau
tidak, sangat ditentukan oleh seberapa tinggi tingkat pemahaman pendidik
tentang karakteristik yang dimiliki peserta didiknya.Pemahaman karakteristik
peserta didik sangat menentukan hasil belajar yang akan dicapai, aktivitas yang
perlu dilakukan, dan assesmen yang tepat bagi peserta didik.Karakteristik
peserta didik meliputi: etnik, kultural, status sosial, minat, perkembangan
kognitif, kemampuan awal, gaya belajar, motivasi, perkembangan emosi,
perkembangan sosial, perkembangan moral dan spiritual, dan perkembangan
motorik.
1.Etnik
Dalam sekolah dan kelas tertentu terdapat multi etnik/suku
bangsa, seperti dalam satu kelas kadang terdiri dari peserta didik etnik Jawa,
Sunda, Madura, Minang, dan Bali, maupun etnik lainnya.Data tentang keberagaman
etnis di kelasnya menjadi informasi yang sangat berharga bagi pendidik dalam
menyelenggarakan proses pembelajaran.Seorang pendidik yang menghadapi peserta
didik hanya satu etnik di kelasnya, tentunya tidak sesulit yang multi
etnik.Proses pembelajaran dengan peserta didik yang multi etnik maka dalam
melakukan interaksi dengan peserta didik di kelas tersebut perlu menggunakan
bahasa yang dapat dimengerti oleh semua peserta didiknya.
2.Peserta didik kita sebagai anggota suatu masyarakat
memiliki budaya tertentu dan sudah barang tentu menjadi pendukung budaya
tersebut.Peserta didik yang kita hadapi mungkin berasal dari berbagai daerah
yang tentunya memiliki budaya yang berbeda-beda sehingga kelas yang kita hadapi
kelas yang multikultural.
3.Status Sosial
Peserta didik pada suatu kelas biasanya berasal dari status
sosial-ekonomi yang berbeda-beda.Peserta didik dengan bervariasi status ekonomi
dan sosialnya menyatu untuk saling berinteraksi dan saling melakukan proses
pembelajaran.Perbedaan ini hendaknya tidak menjadi penghambat dalam melakukan
proses pembelajaran.Implikasi dengan adanya variasi status-sosial ekonomi ini
pendidik dituntut untuk mampu bertindak adil dan tidak diskriminatif.
4.Minat
Minat merupakan suatu sumber motivasi yang mendorong
seseorang untuk melakukan kegiatan yang dipilihnya.Sebenarnya minat belajar
peserta didik memegang peran yang sangat penting, sehingga perlu untuk terus ditumbuh kembangkan sesuai dengan minat
yang dimiliki seorang peserta didik.
5.Perkembangan kognitif
Tingkat perkembangan kognitif yang dimiliki peserta didik
akan mempengaruhi guru dalam memilih dan menggunakan pendekatan pembelajaran,
metode, media, dan jenis evaluasi.
6.Kemampuan awal
Merupakan keadaan pengetahuan dan keterampilan yang harus
dimiliki terlebih dahulu oleh peserta didik sebelum mempelajari pengetahuan
atau keterampilan baru.Kemampuan awal peserta didik bersifat individual, artinya berbeda antara peserta didik satu
dengan lainnya, sehingga untuk mengetahuinya juga harus bersifat individual.Cara
untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik dapat dilakukan melalui teknik
tes yaitu pre tes atau tes awal dan teknik non tes seperti wawancara.
7.Gaya belajar
Merupakan cara yang cenderung dipilih/digunakan oleh peserta
didik dalam menerima, mengatur, dan memproses informasi atau pesan dari
komunikator/pemberi informasi.Gaya belajar dapat dikelompokkan menjadi tiga
yaitu visual (visual learners), auditif (auditory learners), dan kinestetik
(kinesthetic learners).Dengan diketahuinya gaya belajar yang dimiliki
pesertadidik, maka akan berimplikasi terhadap model pembelajaran, strategi,
metode, dan media pembelajaran yang akan digunakan.
8.Motivasi
Motivasi kadang timbul dari dalam diri individu itu sendiri
(motivasi instrinsik dan kadang motivasi itu muncul karena faktor dari luar
dirinya sendiri (motivasi ekstrinsik).
9.Perkembangan emosi
Dengan emosi peserta didik dapat merasakan senang/gembira,
aman, semangat, bahkan sebaliknya peserta didik merasakan sedih, takut, dansejenisnya.Suasana emosi yang positif
atau menyenangkan atau tidak menyenangkan membawa pengaruh pada cara kerja
struktur otak manusia dan akan berpengaruh pula pada proses dan hasil belajar.Oleh
karena itu pendidik dalam melakukan proses pembelajaran perlu membawa suasana emosi
yang senang/gembira dan tidak memberi rasa takut pada peserta didik.
10.Perkembangan sosial
Adalah kemampuan anak untuk berinteraksi dengan
lingkungannya, bagaimana anak tersebut memahami keadaan lingkungan dan
mempengaruhinya dalam berperilaku baik kepada dirinya sendiri maupun kepada
orang lain.Perkembangan sosial peserta didik dapat diketahui/dilihat dari
tingkatan kemampuannya dalam berinteraksi dengan orang lain dan menjadi
masyarakat di lingkungannya.
11.Perkembangan moral dan spiritual
Moralitas dalam diri peserta didik dapat tingkat yang paling
rendah menuju ke tingkatan yang lebih tinggi seiring dengan kedewasaannya.
12.Perkembangan motorik
Perkembangan motorik merupakan proses yang sejalan dengan
bertambahnya usia secara bertahap dan berkesinambungan,dimana gerakan individu
meningkat dari keadaan sederhana, tidak terorganisir, dan tidak terampil,
kearah penguasaan keterampilan motorik yang kompleks dan terorganisir dengan
baik.Perkembangan motorik dikelompokkkan menjadi motorik kasar dan motorik
halus.Motorik kasar adalah gerakan
tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau sebagian besar atau seluruh anggota
tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan anak itu sendiri.Sedangkan Motorik halus adalah gerakan yang menggunakan otot
halus, atau sebagian anggota tubuh tertentu yang dipengaruhi oleh kesempatan
untuk belajar dan berlatih.
Komentar
Posting Komentar