Manajemen Kelas
Nama:Melda Amanda
Nim :12001241
Kelas:4G Pai
Manajemen Kelas
Manajemen kelas
adalah proses perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan, dan pengawasan
kegiatan pembelajaran guru dengan segenap penggunaan sumber daya untuk mencapai
tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien.Jadi
manajemen kelas ini bisa di artikan salah satu syarat penting yang menentukan
terciptanya pembelajaran yang efektif. Manajemen kelas menurut konsepsi lama
diartikan sebagai upaya mempertahankan ketertiban kelas. Guru menurut konsepsi
lama bertugas menciptakan, memperbaiki, dan memelihara sistem organisasi kelas
sehingga individu dapat memanfaatkan kemampuannya, bakatnya, dan energinya pada
tugas-tugas individual. Sedangkan manajemen kelas menurut konsepsi modern
adalah proses seleksi yang menggunakan
alat yang tepat terhadap problem
dan situasi manajemen kelas.
Tujuan manajemen kelas adalah penyedia fasilitas bagi
berbagai macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan
intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa belajar
dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana
disiplin, perkembangan intelektual, emosional, dan sikap apresiasi pada siswa.
Arikunto (1988:68) berpendapat bahwa tujuan manajemen kelas adalah agar setiap
anak di kelas dapat bekerja dengan tertib sehingga segera tercapai tujuan
pengajar secara efektif dan efesien.Jika mengacu pada pengertian manajemen
kelas, maka tujuan manajemen kelas adalah menciptakan suasana atau kondisi
kelas yang memungkinkan siswa dalam kelas tersebut dapat belajar dengan efektif.
Jadi intinya Tujuan manajemen adalahmewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik
sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar yang memungkinkan
peserta didik untuk mengembangkan
kemampuan semaksimal mungkin, menghilangkan
berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran, menyediakan
dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan
siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan intelektual
siswa dalam kelas,
danmembina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial,
ekonomi, budaya, serta sifat-sifat individunya. Kemampuan guru memahami konsep manajemen kelas dan mampu
mengimplementasinya menjadi faktor
penentu keberhasilan pembelajaran.
Dalam manajemen kelas terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan
sebagai prasyaratan menciptakan satu model pembelajaran yang efektif dan
efisien yaitu “Muhaimin, 2002:137-144”.
1.Prinsip
Kesiapan “Readiness”
Kesiapan belajar ialah kematangan dan pertumbuhan fisik,
psikis, inteligensi, latar belakang pengalaman, hasil belajar yang baku,
motivasi, persepsi dan faktor-faktor lain yang memungkinkan seseorang dapat
belajar.
2.Prinsip
Motivasi “Motivation”
Motivasi adalah tenaga pendorong atau penarik yang
menyebabkan adanya tingkah laku ke arah suatu tujuan tertentu. Adanya motivasi
pada peserta didik maka akan bersungguh-sungguh menunjukkan minat, mempunyai
perhatian dan rasa ingin tahu yang kuat untuk ikut serta dalam kegiatan
belajar, berusaha keras dan memberikan waktu yang cukup untuk melakukan
kegiatan tersebut serta terus bekerja sampai tugas-tugas tersebuty
terselesaikan.
3.Prinsip
Perhatian
Perhatian merupakan suatu strategi kognitif yang mencakup
empat keterampilan yaitu berorientasi pada suatu masalah, meninjau sepintas isi
masalah, memusatkan diri pada aspek-aspek yang relevan dan mengabaikan stimuli
yang tidak relevan. Dalam proses pembelajaran perhatian merupakan faktor yang
besar pengaruhnya.
4.Prinsip
Persepsi
Prinsip umum yang perlu diperhatikan dalam menggunakan
persepsi adalah Makin baik
persepsi mengenai sesuatu makin mudah peserta didik belajar mengingat sesuatu
tersebut.Dalam pembelajaran perlu
dihindari persepsi yang salah karena hal ini akan memberikan pengertian yang
salah pula pada peserta didik tentang apa yang dipelajari.Dalam pembelajaran
perlu diupayakan berbagai sumber belajar yang dapat mendekati benda
sesungguhnya sehingga peserta didik memperoleh persepsi yang lebih akurat.
5.Prinsip
Retensi
Retensi adalah apa yang tertinggal dan dapat diingat kembali
setelah seseorang mempelajari sesuatu. Dengan retensi membuat apa yang
dipelajari dapat bertahan atau tertinggal lebih lama dalam struktur kognitif
dan dapat diingat kembali jika diperlukan. Karena itu retensi sangat menentukan
hasil yang diperoleh peserta didik dalam proses pembelajaran.
6.Prinsip
Transfer
Transfer merupakan suatu proses dimana sesuatu yang pernah
dipelajari dapat memengaruhi proses dalam mempelajari sesuatu yang baru. Dengan
demikian transfer
Selain prinsip dalam manajemen
kelas juga ada yang namanya aspek. Aspek-aspek yang perlu diperhatikan
dalam manajemen kelas adalah sifat
kelas, pendorong kekuatan kelas, situasi kelas, tindakan selektif, dan kreatif. Kegiatan-kegiatan yang perlu
dilaksanakan dalam manajemen kelas
sebagai aspek-aspek manajen kelas, seperti tertuang dalam Dirjen Dikdasmen
(2000) adalah mengecek kehadiran siswa, mengumpulkan hasil pekerjaan
siswa, memeriksa, dan menilai hasil pekerjaan tersebut, pendistribusian bahan dan alat, mengumpulkan informasi siswa, mencatat data pemeliharaan arsip,menyampaikan materi pelajaran; dan memberikan tugas.
Manajemen kelas
ditekankan pada aspek pengaturan lingkungan pembelajaran yaitu berkaitan dengan
siswa dan barang/fasilitas. Kegiatan guru tersebut dapat berupa pengaturan
kondisi dan fasilitas yang berada di dalam kelas yang diperlukan dalam proses
pembelajaran di antaranya tempat duduk, perlengkapan dan bahan ajar, dan
lingkungan kelas.Guru yang profesional adalah guru yang memiliki
kemampuan dalam mengelola atau mendesain kelas, yaitu menyediakan iklim yang
kondusif untuk berlangsungnya proses pembelajaran yang
efektif dan efisien. Apabila suasana belum kondusif, maka
seorang guru harus berupaya seoptimal mungkin untuk menguasai, mengatur
membenahi, dan menciptakan suasana kelas yang kondusif, sehingga proses
pembelajaran dapat berjalan optimal untuk mencapai tujuan pembelajaran yang
diinginkan.Seorang guru dalam kegiatan sehari-hari, akan menghadapi kasus-kasus
dalam kelasnya. Kasus-kasus yang dijumpai guru dalam manajemen kelas antara
lain seperti:
- Tingkat penguasaan
materi oleh siswa di dalam kelas. Misalnya, materi pelajaran yang
diberikan kepada siswa terlalu tinggi atau sulit, sehingga tidak bisa
diikuti oleh siswa, maka di sini diperlukan penyesuaian agar siswa dapat
mengikuti kegiatan belajar dengan baik. Apabila tidak diadakan
penyesuaian, siswa-siswa tidak akan serius dan selalu menimbulkan
kegaduhan.
- Fasilitas yang
diperlukan. Misalnya alat, media, bahan, tempat, biaya, dan lain-lain,
akan memungkinkan siswa belajar dengan
- Kondisi siswa. Misalnya,
siswa yang kelihatan sudah lesu dan tidak bergairah dalam menerima
pelajaran, hal ini dapat mempengaruhi situasi
- Teknik mengajar guru.
Misalnya, dalam memberikan pengajaran
kurang menggairahkan
suasana kelas dan menjemukan.
Komentar
Posting Komentar