My bestie
Nama:Melda Amanda
Kelas :1G Pai
Nim :12001241
Biografi:Sahabatku
Haii bertemu lagi dengan saya Melda Amanda,ini merupakan cerita yang ketiga diblog saya.Kali ini saya akan mendeskripsikan biografi tentang sahabatku.
Dia adalah seorang perempuan yang begitu cantik,berwajah manis,berpipi tembem seperti bakpou.
Dia adalah perempuan cantik Melayu Sambas asli,dia memiliki bibir yang begitu tipis dan berwarna merah seperti darah,hidungnya yang begitu mancung hingga membuat dia semakin terlihat manis.Kulitnya berwarna sawo matang dan memiliki postur tubuh yang tinggi dan kurus.
Aku mengenalnya sejak aku duduk di bangku SMK.Dia adalah orang pertama yang ku kenal ketika duduk di bangku SMK dan menjadi teman sebangkuku sekaligus menjadi sahabatku.Namanya Yuni biasa dia di panggil Nilam sebenarnya dia memiliki nama panjang Yuni Anggreni.Yuni dilahirkan di Sambas pada tanggal 30 Mei 2000.Yuni seorang perempuan yang tidak hanya cantik saja,tapi dia juga orang yang rapi,bersih,dan juga pandai memasak.Dia suka makan gado-gado padahal dia berniat untuk tidak makan kacang-kacangan karna kalau makan kacang jerawatnya mulai bersemi.Saat dia berniat ingin tidak untuk makan kacang tapi selalu gagal karna tergoda oleh gado-gado.
Dia juga merupakan mantan seorang penari,tapi sejak duduk di SMK dia berhenti menjadi penari hobinya berubah bukan lagi menari tapi bermain tenis meja.Sejak SMK Yuni sering menjuarai perlombaan tenis meja baik yang disekolah maupun diluar sekolah.Yuni memang pemain tenis meja yang hebat dan pandai,itulah hasil dari usahanya dia terus belajar berlatih dan sampai akhirnya dia bisa menjadi pemain tenis meja yang hebat,pandai,bahkan sering menjuarai disetiap perlombaan.
Yuni juga merupakan sahabat berhaluku kami mulai suka berhalu sejak masuk kelas12.Kami sangat suka berhalu tentang orang yang kami sukai,berhalu tentang bagaimana masa depan kami nantinya.Berhalu merupakan cara untuk membuat kami bahagia walaupun halu kami itu tidak pernah terwujud.
Ya namanya juga berhalu tidak akan mungkin terwujud,tapi tidak apa yang penting itu bisa menghibur dan membuat kami bahagia.Dimana-mana kami selalu berhalu,disekolah jika guru tidak masuk dan tidak ada tugas itulah saatnya kami mulai berhalu.Setiap pergi pulang sekolah juga berhalu diatas di motor karna kami pergi kesekolah selalu bersama.Aku dan Yuni selalu berharap agar halu kami itu terwujud.
Sering kali kami berhalu,hanya satu kali saja yang pernah terwujud.Waktu itu pulang dari les Yuni mulai berhalu dia berandai-andai bisa melihat seseorang yang dia sukai,katanya kalau bertemu atau berpapasan dengan seseorang itu dia ingin memberanikan diri untuk menerbarkan senyumnya yang manis itu dan menegurnya.Aku sebagai teman yang baik turut mengaminkan dong "semoga halumu kali ini menjadi kenyataan".Tiba-tiba sudah hampir dekat dengan rumahnya dan ternyata dia ada berada didepan rumahnya.
"Ha,aku gimana nih aku kok jadi deg-degkan" ucapnya.Lalu dengan perasaannya yang tidak tenang Yuni tidak berani untuk melihatnya apalagi mau menegur.Diatas motor aku tidak henti-hentinya tertawa melihat tingkahnya yang aneh itu.Sepanjang jalan dia merasa heran,kesal dengan dirinya yang seperti itu "kok jadi gini sih,kok jadi tidak bisa gini" kalimat itu lah yang terus keluar dari mulutnya.Aku memaklumi tingkahnya yang seperti itu karna aku sudah terbiasa dengan tingkahnya seperti itu.
Yuni tidak hanya sebagai sahabat berhaluku saja,tapi dia juga sahabat yang selalu mengerti dengan keadaanku,dengan perasaan sedih,senang,bahagia ku.Yuni juga selalu memberiku motivasi dia merupakan orang kedua setelah ibuku tempat curahan isi hatiku,tempatku berkeluh kesah.Ketika aku ada masalah baik itu masalah kecil atau masalah besar aku selalu curhat dengannya dia selalu memberiku nasehat yang baik begitu juga sebaliknya dengan dia.Banyak masa-masa susah senang yang kami alami bersama.Kami berdua selalu saling support dan saling menguatkan agar tetap semangat untuk menghadapi berbagai macam persoalan.Yuni sangat paham sangat mengerti dengan perasaanku apalagi kalau masalah hati atau percintaan dia sangat mengerti.
Dari pertama kali kenal kami tidak pernah yang namanya berkelahi,kami sudah tau sudah mengerti dengan sifat masing-masing dan sudah menjadi terbiasa dengan tingkah laku masing-masing.Jadi kalau ada hal yang tidak disukainya dariku dia selalu bilang,begitu pun juga dengan aku.Jadi tidak ada rahasia-rahasian diantara kami berdua kami saling terbuka.Yuni juga selalu mengingatkan ku dalam hal beribadah dia selalu bilang padaku"kita jangan pernah untuk meninggalkan sholat dan jangan lupa untuk selalu berdoa agar kita selalu diberi kemudahan dan kelancaran dalam berbagai urusan".Dia juga selalu mengingatkan ku ketika ada masalah "jangan pernah untuk mengeluh,karna itu hanya akan membuat kita merasa semakin terbebani".Aku merasa sangat beruntung telah dipertemukan dengan orang sepertinya orang yang sangat peduli padaku.
Yuni juga merupakan orang yang sopan dan ramah dengan semua orang.Apalagi dengan orang yang lebih tua adab berbicaranya,sikapnya sangat sopan.Ketika dijalan bertemu atau berpapasan denga orang dia tidak segan-segan untuk menyapanya walaupun orang itu di teras rumah dia dijalan,dia tetap menyapanya sambil tersenyum manis.Jika berpapasan dengan orang yang tidak dikenalnya dia tetap tersenyum memasang wajah yang ceria.Bahkan dulu setiap pergi sekolah ada nenek-nenek yang setiap pagi duduk di teras rumahnya,kalau tidak duduk nenek itu biasanya mengepel dan menyapu.Setiap lewat depan rumah nenek itu Yuni selalu tersenyum melihat nenek itu.Sudah keseringan seperti itu tiba-tiba nenek itu melambaikan tangan ketika melihat aku dan Yuni lewat depan rumahnya.Yuni sempat terheran mengapa nenek itu tiba-tiba melambaikan tangannya Yuni pun membalas nenek itu dengan melambaikan tangannya juga.Kayaknya nenek itu menyuruh kami singgah atau apa kami pun tidak tahu.Akhirnya setiap lewat depan rumah nenek itu ketika si nenek ada diteras rumahnya Yuni selalu menyapa si nenek,tampak dari wajah sinenek sangat gembira ketika disapa oleh Yuni.Walaupun tidak saling kenal,tidak pernah berbicara secara langsung dengan si nenek,tapi Yuni dan sinenek tampak sangat akrap kayak orang sudah kenal lama.Aku masih ingat sekali kami tidak kenal dan tidak tahu dengan nama si nenek,lalu kami memberi nama panggilan sinenek adalah Wandada karena sinenek sering melambaikan tangannya.Jadi setiap lewat depan rumah sinenek dan jika sinenek ada diteras rumahnya Yuni selalu menyapanya "Wan" sambil melambaikan tangannya.Itulah hal yang sangat kusukai dari Yuni darinya sikap,tutur katanya dan sopan santunnya yang begitu bagus dengan orang yang lebih tua,aku sangat jarang sekali menemui anak muda dizaman sekarang yang seperti Yuni.
Aku bersahabat dengannya bisa dikatakan sudah tiga tahun lebih.Dulu waktu masih satu sekolah kami kemana-mana selalu berdua,liburan berdua,pergi makan diluar berdua pokonya kami sering menghabiskan waktu berdua.
Aku dan Yuni sering liburan,bercerita,berlalu,menghabiskan waktu berdua sambil tertawa itu di pantai.Disitulah kami mulai bercerita mencurahkan semua isi hati kami.Kami juga biasanya membawa bekal seperti air minum,kue,roti dari rumah,jadi sambil bercerita,berhalu bisa sambil makan.Kami juga suka berfoto-foto ketika sudah berdua,rasanya ada yang kurang kalau tidak berfoto berdua.Ya biar ada untuk dikenang nantinya dan sebagai tanda kalau kami berdua itu 4s atau kepanjangannya sahabat sejati selalu setia.
Sekarang kami sudah lulus SMK kami sangat jarang bertemu menghabiskan waktu berdua seperti dulu,karna sudah punya kesibukan masing-masing.Kami sama-sama melanjutkan ke perguruan tinggi.Kami tidak satu kampus Aku di IAIN dan Yuni di UNU tapi tidak apa-apa setidaknya masih satu kota dan kalau mau bertemu tidak jauh.
Meskipun sekarang kami jarang bertemu,tidak bisa bercerita secara langsung kami tetap berkomunikasi lewat hp menceritakan semua hal lewat hp,bahkan kebiasaan yang tidak bisa kami hilangkan yaitu berhalu ternyata berhalu lewat hp juga seru lo.Tidak terasa ya dulu kita selalu bersama, sering menghabiskan waktu berdua sekarang tidak lagi.Sudah lama kita tidak tertawa bersama,berhalu disepanjang jalan diatas motor sambil tertawa,banyak masa-masa yang tidak lagi kita lewati bersama seperti dulu.Dimana dulunya suaramu,tawamu yang sering terdengar di telingaku kini tak lagi,sudah terdengar asing ditelingaku.Bagaimana kabarmu sekarang? Apakah kamu sudah bisa makan kacang? hehe
Semoga udah ya biar bisa makan gado-gado dengan banyak.
Terimakasih sahabatku,aku sangat beruntung bisa dipertemukan dengan orang sepertimu.Aku tidak pernah menyesal mengenalmu,kamu sosok sahabat yang selalu menguatkanku,memotivasiku,dan selalu ada untukku dalam berbagai hal.Intinya tetaplah menjadi sahabat yang terbaik, tetap jadilah Yuni yang kukenal dan harus tetap semangat dalam menjalani kehidupan yang keras ini dihari-hari kedepannya.
Terimakasih,sampai jumpa di cerita berikutnya🤗
Komentar
Posting Komentar